Sabtu, 24 Desember 2011

dongeng

Pangeran Katak

Pada suatu waktu, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi anak gadisnya yang paling bungsulahwww.balita-anda.com-frogprince1 yang paling cantik. Ia memiliki wajah yang sangat cantik dan selalu terlihat bercahaya. Ia bernama Mary. Di dekat istana raja terdapat hutan yang luas serta lebat dan di bawah satu pohon limau yang sudah tua ada sebuah sumur. Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain menuju hutan dan duduk di tepi pancuran yang airnya sangat dingin. Ketika sudah bosan sang Putri mengambil sebuah bola emas kemudian melemparkannya tinggi-tinggi lalu ia tangkap kembali. Bermain lempar bola adalah mainan kegemarannya.
Namun, suatu ketika bola emas sang putri tidak bisa ditangkapnya. Bola itu kemudian jatuh ke tanah dan menggelinding ke arah telaga, mata sang putri terus melihat arah bola emasnya, bola terus bergulir hingga akhirnya lenyap di telaga yang dalam,Image sampai dasar telaga itu pun tak terlihat. Sang Putri pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya makin keras. Ketika ia masih menangis, terdengar suara seseorang berbicara padanya,”Apa yang membuatmu bersedih tuan putri? Tangisan tuan Putri sangat membuat saya terharu… Sang Putri melihat ke sekeliling mencari darimana arah suara tersebut, ia hanya melihat seekor katak besar dengan muka yang jelek di permukaan air. “Oh… apakah engkau yang tadi berbicara katak? Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga”. “Berhentilah menangis”, kata sang katak. Aku bisa membantumu mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku nanti?”, lanjut sang katak.
“Apapun yang kau minta akan ku berikan, perhiasan dan mutiaraku, bahkan aku akan berikan mahkota emas yang aku pakai ini”, kata sang putri. Sang katak menjawab, “aku tidak mau perhiasan, mutiara bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kau mau menjadi teman pasanganku dan mendampingimu makan, minum dan menemanimu tidur. Jika kau berjanji memenuhi semua keinginanku, aku akan mengambilkan bola emasmu kembali”, kata sang katak. “Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bola emasku kembali.” Sang putri berpikir, bagaimana mungkin seekor katak yang bisa berbicara dapat hidup di darat dalam waktu yang lama. Ia hanya bisa bermain di air bersama katak lainnya sambil bernyanyi. Setelah sang putri berjanji, sang katak segera menyelam ke dalam telaga dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan sambil membawa bola emas di mulutnya kemudian melemparkannya ke tanah.
Sang Putri merasa sangat senang karena bola emasnya ia dapatkan kembali. Sang Putri menangkap bola emasnya dan kemudian berlari pulang. “Tunggu… tunggu,” kata sang katak. “Bawa aku bersamamu, aku tidak dapat berlari secepat dirimu”. Tapi percuma saja sang katak berteriak memanggil sang putri, ia tetap berlari meninggalkan sang katak. Image Sang katak merasa sangat sedih dan kembal ke telaga kembali. Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang duduk bersama ayahnya sambil makan siang, terdengar suara lompatan ditangga marmer. Sesampainya di tangga paling atas, terdengar ketukan pintu dan tangisan,”Putri, putri… bukakan pintu untukku”. Sang putri bergegas menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, ternyata di hadapannya sudah ada sang katak. Karena kaget ia segera menutup pintu keras-keras. Ia kembali duduk di meja makan dan kelihatan ketakutan. Sang Raja yang melihat anaknya ketakutan bertanya pada putrinya,”Apa yang engkau takutkan putriku? Apakah ada raksasa yang akan membawamu pergi? “Bukan ayah, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yang menjijikkan”, kata sang putri. “Apa yang ia inginkan dari?” tanya sang raja pada putrinya.
Kemudian sang putri bercerita kembali kejadian yang menimpanya kemarin. “Aku tidak pernah berpikir ia akan datang ke istana ini..”, kata sang Putri. Tidak berapa lama, terdengar ketukan di pintu lagi. “Putri…, putri, bukakan pintu untukku.Image Apakah kau lupa dengan ucapan mu di telaga kemarin?” Akhirnya sang Raja berkata pada putrinya,”apa saja yang telah engkau janjikan haruslah ditepati. Ayo, bukakan pintu untuknya”. Dengan langkah yang berat, sang putri bungsu membuka pintu, lalu sang katak segera masuk dang mengikuti sang putri sampai ke meja makan. “Angkat aku dan biarkan duduk di sebelahmu”, kata sang katak. Atas perintah Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. “Wah, benar-benar tidak punya aturan. Melihatnya saja membuat perasaanku tidak enak,” kata Putri Mary.
Sang Putri bergegas lari ke kamarnya. Kini ia merasa lega bisa melepaskan diri dari sang katak. Namun, tiba-tiba, ketika hendakImagemembaringkan diri di tempat tidur…. “Kwoook!” ternyata sang katak sudah berada di atas tempat tidurnya. “Cukup katak! Meskipun aku sudah mengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan!” Putri Mary sangat marah, lalu ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah. “Terima kasih Putri Mary… kau telah menyelamatkanku dari sihir seorang penyihir yang jahat. Karena kau telah melemparku, sihirnya lenyap dan aku kembali ke wujud semula.” Kata sang pangeran. “Maafkan aku karena telah mengingkari janji,” kata sang putri dengan penuh sesal. “Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparkanku,” sahut sang Pangeran. Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya sang Pangeran dan Putri Mary mengikat janji setia dengan menikah dan merekapun hidup bahagia.
Pesan moral : Jangan pernah mempermainkan sebuah janji dan pikirkanlah dahulu janji-janji yang akan kita buat.

Kamis, 22 Desember 2011

Iman Versus Superman
Oleh Uswatun

Sore itu, anak-anak di Kampung Damai bekumpul di lapangan bulutangkis. Di lapangan yang cukup luas tersebut, anak-anak asyik bermain. Ada yang bermain kejar-kejaran. Ada yang berputar-putar mengendarai
sepeda mini. Sejumlah anak duduk melingkar bemain monopoli. Sejumlah anak lagi sibuk bermain kelereng.
Di antara kumpulan anak yang bermain monopoli terdapat Iman. Bocah berusia sekitar tujuh tahun tersebut asyik bermain monopoli bersama empat teman sebayanya, yakni Ryan, Toyib, Inug, dan Yayat.
Permainan monopoli mereka sangat seru. Ryan, yang merupakan anak paling besar, menjadi pemenang. Ia berhasil mengumpulkan banyak uang dan memiliki sejumlah bangunan hotel di beberapa kompleks persil.
"Aku selalu menang. Tidak ada yang bisa mengalahkanku. Kalian tidak bisa menang," kata Ryan dengan suara agak keras. Wajah Ryan sangat ceria. Bibirnya dipenuhi senyum. Ia bangga mampu menang dalam permainan monopoli atas teman-temannya.Namun, kemenangan tersebut membuat Ryan menjadi sombong. Ia melontarkan ejek kepada teman-temannya tersebut. Ejekan yang ia lontarkan paling sering ditujukan kepada Iman. Ini karena Iman adalah anak yang sering kalah dalam permainan tersebut. Iman tidak memiliki banyak uang. Sebaliknya, ia mempunyai banyak utang. Iman juga tidak mempunyai rumah apalagi hotel. Ia hanya memiliki  sejumlah kartu kepemilikan kompleks persil yang sudah dihipotekkan ke bank.
Terlebih, dalam putaran kocokan terakhir, tokoh yang dimainkan Iman masuk ke dalam penjara. Ia pun harus rela dilewati teman-teman mainnya  beberapa putaran karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya keluar dari penjara
"Sudah tidak punya uang, masuk penjara lagi. Kacian deh lo," teriak Ryan. Iman pun bersungut-sungut. Mukanya kecut. Iman merasa sakit hati terus diejek oleh teman-temannya. Ia sangat dongkol. Namun, ketika perasaan dongkol menderanya, Ryan memberi tahu trik atau rahasia kepada Iman agar bisa menang dalam permainan monopoli. Bahkan, trik menang itu bisa diterapkan dalam segala permainan.
"Mau, kalau aku beri tahu rahasianya biar selalu menang," kata Ryan. Iman bersemangat. Ia ingin sekali mendengar penjelasan dari Ryan soal trik selalu menang dalam setiap permainan.
Ryan mendekati ke arah Iman. Toyib, Inug, dan Yayat ikut mengejek. Toyib, Inug, dan Yayat pun merapat. Mereka serius menanti penjelasan Ryan. "Rahasianya sangat mudah. Kalau ingin menang, kalian harus pakai kaos bergambar Superman. Dijamin kalian akan selalu menang," jelas Ryan. Ryan lantas menjelaskan panjang lebar mengenai Superman. Menurutnya, Superman adalah manusia super atau pahlawan. Sebagai manusia super, tidak ada yang bisa mengalahkannya. "Superman itu selalu menang. Buktinya sekarang, aku pakai kaos  gambar Superman, aku kan yang menang. Akulah Superman," tandas Ryan sambil membusungkan dada. Beberapa hari kemudian, Iman minta dibelikan baju gambar Superman kepada ibu.
"Kalu pakai baju gambar Superman, Iman bisa menjadi anak super. Tidak selalu kalah saat bermain monopoli dengan teman-teman," kata Iman kepada ibu. Merasa risih dengan rengekan Iman, ibu akhirnya menyanggupi untuk membelikan kaos bergambar Superman. Akhirnya Iman memperoleh kaos bergambar Superman. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada ibu yang telah membelikan. Sorenya, setelah mandi, Iman mengenakan kaos bergambar Superman. Ia bergegas menuju lapangan untuk menemui teman-temannya. Kebetulah Ryan, Toyib, Inug, dan Yayat sudah berada di sana.Mereka sedang bermain monopoli, begitu melihat kehadiran Iman, Ryan segera mengajaknya bermain untuk menggantikan Yayat. Iman pun mengiyakan. Namun, setelah beberapa kali putaran, Iman tidak berhasil membeli kompleks persil. Padahal, Ryan, Toyib, dan Inug sudah berhasil membeli sejumlah kompleks persil.
Beberapa putaran kemudian, Iman makin terjepit. Ketika lawan-lawan mainnya makin banyak memiliki kompleks persil dan rumah maupun hotel, Iman tidak mampu mengumpulkan kekayaan. Bahkan, di saat uang lawanlawannya menumpuk, uang milik Iman menipis. Iman menghela napas panjang. Ia kalah.
"Sudah pakai kaos Supermen, kok, tetap kalah ya," gumam Iman. Iman pun kembali diejek teman-temannya. Terus diejek. Iman akhirnya menangis. Ketika pulang, Iman mengadukan kejadian yang baru saja dialaminya kepada ibu. "Bu, kata Ryan kalu pakai kaos Superman bisa selalu menang saatbermain. Ternyata, kok, tidak. Iman tetap kalah. Ryan bohong. Karena kalah, Iman pun diejek," kata Iman.
Ibu tidak segera menyahut, ibu hanya menjawab dengan senyuman. Tak lama kemudian ibu berujar, "Iman, bermain itu tidak ada kaitannya dengan kaos yang dipakai. Pantas Iman selalu kalah karena kamu kan anak
yang paling kecil di antara teman-temanmu itu. "Mendengar jawaban ibu, Iman mulai menyadari sebab ia kalah. "Iya,Iman memang yang paling kecil," katanya dalam hati. Sebelum Iman beranjak menuju kamarnya, ibu memberikan nasihat."Iman, kalah atau menang itu biasa. Apalagi menang atau kalah dalam sebuah permainan. Hanya, pesan ibu, kalau kamu menang jangan lantas mengejek teman-temanmu yang kalah. Sebab, suatu saat Iman juga bisa kalah kan," jelasnya. "Suatu hari, Iman pasti bisa menang saat bermain dengan teman-temanmu. Yang penting, jangan sombong kalau menang," ungkap ibu sambil menyentuh
ujung hidung Iman. Iman pun tersenyum. Ia berjanji akan melaksanakan nasihat ibu. Ia berjanji tidak akan mengejek teman-teman sepermainannya ketika ia menang saat bermain.
 RAFTING SUNGAI ELO 19 DESEMBER 2011

Sungai Elo yang berada di wilayah Kabupaten Magelang merupakan sungai dengan tekstur landai dan bergelombang. Dengan jarak tempuh rafting kurang lebih 12,5 km para peserta harus duduk dan menaklukkan sungai Elo kurang lebih 2,5 jam.
Teriakan-teriakan para peserta membelah kesunyian sungai Elo yang memang sangat sepi karena jauh dari pemukiman. Namun para peserta tetap semangat menaklukkan ganasnya arus dan jeram sungai Elo.
Basah adalah teman selama mengarungi sungai Elo. Tak ada peserta yang tak luput dari basah, bahkan dingin menyelimuti anggota badan para peserta.
Setelah mengarungi selama 2,5 jam para peserta sampailah pada pos finis dan harus kembali ke kampung Ulu untuk melanjutkan acara dan selanjutnya kembali ke Mranggen. Kepuasan tampak di wajah parapeserta dan ii merupakan sejarah buat SMP Negeri 3 Mranggen.

Senin, 05 Desember 2011

PERPUSTAKAAN SEKOLAH PERLU PERHATIAN

Keberadaan perpustakaan sekolah selama ini belum mendapatkan perhatian serius dunia pendidikan.Di beberapa sekolah, perpustakaan diposisikan sebagai pelengkap dan dibiarkan menderita.
Padahal perpustakaan merupakan sumber belajar yang penting, tapi bukan satu-satunya. Namun dengan adanya perpustakaan para sivitas akademika akan memperoleh pengetahuan dengan membaca bahan pustaka.

Jumat, 25 November 2011

Ayo ke Perpustakaan SMP Negeri 3 Mranggen

Perpustakaan merupakan tempat sumber ilmu, selain itu juga sebagai tempat rekreasi. Sebagai tempat sumber ilmu perpustakaan menyediakan berbagai macam buku dengan berbagai macam buku ilmu pengetahuan. Sebagai tempat rekreasi, perpustakaan menyediakan buku-buku cerita, seperti novel, kumpulan dongeng, komik dan lain-lainnya.

Perpustakaan SMP Negeri 3 Mranggen keberadaannya sangatlah strategis. Saat ini banyak siswa yang kurang peduli terhadap perpustakaan. Hal ini jelas terlihat  dari minat para siswa yang lebih suka untuk ngobrol atau jajan.
Mungkin mereka merasa istirahat yang hanya lima belas menit hanya cukup untuk jalan  ke kantin, jajan dan kembali ke kelas dirasa sangat singkat sehingga tidak mungkin untuk berkunjung ke perpustakaan.
Manajemen perpustakaanpun berbenah setelah melihat kenyataan itu, segeralah di buat taman bacaan, keberadaannya ada di luar ruangan dengan disediakan buku=buku bacaan.